Seorang bijak ditanya:
Tanya : Hal-hal apakah yang paling baik bagi seseorang?
Jawab : Akal (nalar) yang karenanya ia hidup.
Tanya : Bila orang itu tidak punya akal?
Jawab : Para saudara yang menutupi aibnya.
Tanya : Bila tidak ada?
Jawab : Harta benda yang membuat senang orang lain.
Tanya : Bila tidak ada?
Jawab : Adab kesopanan yang ia hias diri dengannya.
Tanya : Bila tidak ada?
Jawab : Diam yang akan menyelamatkannya.
Tanya : Bila tidak ada?
Jawab : Kematian yang akan membuat tenang orang lain dan seluruh negeri.
Sahabat, setelah membaca dialog tadi, semoga kita menyadari salah satu surat Al-Qur’an, yaitu surat At-Tin [95] : 1-8 …
“(1) Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun; (2) dan demi bukit Sinai; (3) dan demi kota (Makkah) ini yang aman; (4) sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya; (5) kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka); kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya; (7) maka, apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?; (8) bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”
Semoga kita tidak kembali kepada Allah SWT ke tempat yang serendah-rendahnya disebabkan hidup tanpa manfaat. Aamiin..
Masrukhul Amri –Hidup untuk Hidup-
Subcribe RSS of this blog